TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Bendera Malaysia yang Lakukan Illegal Fishing di Perairan Indonesia

TNI AL, Tanjung Balai- Unsur Patroli Lanal Tanjung Balai Asahan melalui Tim F1QR KAL Pandang I-1-72 berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Malaysia yang melakukan aktivitas _illegal fishing_ menggunakan alat tangkap pukat harimau di Perairan Indonesia. Penangkapan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap laporan nelayan setempat mengenai keberadaan Kapal Ikan Asing yang mencuri ikan di wilayah perairan nasional, Rabu (26/2/2025).

Kapal yang ditangkap diketahui bernomor registrasi PKFB909, GT 54,96, bendera Malaysia, Nahkoda berinisial MYO (40 tahun). Kapal ini berhasil diamankan pada koordinat 03°23’739″ U – 100°12’421″ T, setelah Tim Patroli KAL Pandang I-1-72 mengonfirmasi keberadaan kapal tersebut yang tengah melakukan aktivitas ilegal.

Danlanal TBA Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa keberhasilan patroli ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia dari berbagai aktivitas ilegal, termasuk pelanggaran wilayah dalam hal ini daerah penangkapan ikan yang dilakukan secara ilegal oleh Kapal Ikan Asing.

Sebelum ditangkap, kapal Malaysia tersebut sempat berupaya melarikan diri kearah Malaysia setelah mengetahui kehadiran kapal patroli. Upaya pengejaranpun dilakukan oleh KAL Pandang I-1-72, bahkan petugas patroli terpaksa melepaskan tembakan peringatan agar kapal segera berhenti. Setelah upaya pengejaran yang intens, kapal akhirnya berhasil dihentikan beserta lima orang anak buah kapal (ABK) didalamnya. Kapal beserta awaknya kemudian dikawal menuju Posal Bagan Asahan untuk pemeriksaan awal dengan pengawalan dari Patkamla Combat Boat Catamaran, selanjutnya dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan guna menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Tindakan ini merupakan wujud ketegasan TNI AL dalam menindak segala bentuk pelanggaran kedaulatan di laut, khususnya dalam memerangi praktik _illegal fishing_ yang merugikan sumber daya kelautan Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

article 898100076

article 898100077

article 898100078

article 898100079

article 898100080

article 898100081

article 898100082

article 898100083

article 898100084

article 898100085

article 898100086

article 898100087

article 898100088

article 898100089

article 898100090

article 898100091

article 898100092

article 898100093

article 898100094

article 898100095

article 898100096

article 898100097

article 898100098

article 898100099

article 898100100

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 878800041

article 878800042

article 878800043

article 878800044

article 878800045

article 878800046

article 878800047

article 878800048

article 878800049

article 878800050

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

content-1701