Danlanal Bintan Hadir Pada “Table Top Exercise” Dalam Pengamanan Obyek Vital

TNI AL, Bintan- Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M., menghadiri acara Table Top Exercise yang merupakan pemenuhan terhadap ketentuan International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) pada Terminal Khusus PT. Bintan Inti Industrial Estate, bertempat di Wisma PT. BIIE Lobam Bintan, Jum’at (28/02/2025).

Dalam penyampaiannya, GM PT. BIIE Aditya Laksamana mengatakan bahwa Internasional Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) adalah sebuah kode atau peraturan internasional yang merupakan amandemen konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974 untuk Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan.
Ketentuan ISPS Code merupakan mandatory bagi fasilitas pelabuhan dan kapal-kapal yang melayani pelayaran internasional. Terminal Khusus PT. BIIE adalah fasilitas pelabuhan yang comply dengan ketentuan ISPS Code. Kepatuhan ini merupakan bentuk tanggung jawab manajemen PT. BIIE untuk keberlangsungan operasional kapal-kapal yang mengangkut kebutuhan tenant kawasan BIE dari dan keluar negeri serta kelangsungan operasional aktifitas Offshore Marine seperti tenant kita PT. Singatac dan PT. BOMC.

Kepatuhan Terminal Khusus PT. BIIE terhadap ketentuan ISPS Code dibuktikan dengan diperolehnya Statement of Compliance of a Port Facility (SoCPF) periode 2020–2025. Salah satu bentuk pemenuhan manajemen PT. BIIE terhadap kepatuhan ISPS Code adalah dilaksanakan Exercise. Pada hari ini adalah Exercis Ketiga yang kita laksanakan dalam masa periode SoCPF tahun 2020-2025 dimana pada tahun 2022 dan 2023 kita sudah melaksanakan Exercise skala penuh yang pertama dan yang kedua.

Pada kesempatan tersebut, Danlanal Bintan juga menyampaikan bahwasannya TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Lanal Bintan bersama stekholder terkait akan mendukung pengamanan di Perairan Lobam setiap ada kegiatan, baik yang bersifat latihan-latihan maupun kegiatan yang bersifat urgen, demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, yang mana PT. BIIE juga merupakan obyek vital yang sangat perlu dilindungi. Ada beberapa gangguan yang berpotensi terjadi pada Obvitnas tersebut diantaranya gangguan keamanan, rusaknya infrastruktur dan pencemaran laut yang nantinya berdampak pada keberlangsungan hidup dan hajat masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

article 898100076

article 898100077

article 898100078

article 898100079

article 898100080

article 898100081

article 898100082

article 898100083

article 898100084

article 898100085

article 898100086

article 898100087

article 898100088

article 898100089

article 898100090

article 898100091

article 898100092

article 898100093

article 898100094

article 898100095

article 898100096

article 898100097

article 898100098

article 898100099

article 898100100

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 878800041

article 878800042

article 878800043

article 878800044

article 878800045

article 878800046

article 878800047

article 878800048

article 878800049

article 878800050

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

content-1701