
Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis (Ketua Umum Generasi Penerus Bangsa) saat ditemui dikantornya, Senin, 08 Desember 2020
(Jakarta)Bacakoran.com-(08/12/2020)
Jelang Pilkada 9 Desember 2020, peredaran uang di Kabupaten Samosir menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini disebabkan upaya kandidat calon kepala daerah yang tidak mampu menjual program.
Dengan apa yang terjadi tersebut di lapangan maka Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis (Ketum Generasi Penerus Bangsa) sebuah perkumpulan pemberdayaan Generasi muda saat ditemui dikantornya di Jakarta Timur mengungkapkan komentarnya kepada wartawan “Sangat tidak bermoral jika Paslon money politik dan apalagi jika mayoritas masyarakat di Samosir mau menerima money politik yang telah dinodai dengan mengandalkan uang untuk mendulang suara,” ujar beliau dengan tegas.
Baru-baru ini Money politik marak jelang Pilkada di Samosir. Beredar dimedia sosial istilahnya TTR dengan kepanjangan Togu Togu Ro, yaitu money politik sebanyak 300 ribu rupiah yang sudah diberikan kpd masyarakat.
Menurut sumber berita yang didapat bahwa masyarakat bahwa tentang money politik dan sudah menjadi kebiasaan, malah pemilihan Kepala Desa (Kades) bisa menghabiskan Rp.500,000,000,-(Lima Ratus Juta Rupiah)
Kabupaten Samosir dikenal sebagai daerah “Dalihan Natolu”, jika Paslon yang menjual program dengan membagikan uang maka dapat merusak tatanan yang telah ditanamkan para leluhur. Hal ini diungkapkan Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis.
“Jika ingin menjadi Kepala Daerah bertandinglah dengan Fair dan sportif, Jangan membodohi masyarakat dengan uang, masyarakat tidak bisa dibeli dengan uang”,”tegas Ketua Dewan Pengurus Yayasan Kasih Penerus Transformasi itu DPRD Samosir itu.
“Sekali lagi, Jangan hancurkan Samosir dengan terkenal dengan Prinsip “Dalihan Natolu” karena apa yang engkau tabur nanti engkau tuai diakhirat,” tandasnya.
Ketika ditanya, mengapa Paslon melakukan money politik? maka Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis mengungkapkan bahwa Paslon yang suka money politik adalah orang yang cinta uang dan perlu bertobat.
“Paslon suka money politik adalah Paslon cinta uang karena itu mengembalikan uang itu pasti melakukan korupsi,Bertobatlah sebelum Tuhan menghajarnya,Bertobat sekarang daripada masuk neraka,”ungkap anak muda yang gemar melakukan kegiatan sosial ini.
Tanggapan Ketum Generasi Penerus Bangsa itu senada yang disampaikan oleh Drs. B. Beatus Sinaga, MBA, MM (Ketum Perkumpulan Fajar Keadilan Sejahtera) bahwa Samosir jangan dirusak dengan Money Politik saat diwawancarai di Samosir.
“Jangan rusak Etika adat istiadat Dalihan NaTolu, Partuturon perbaikan, hubungan sehari Hari, yang berkelanjutan jauh ke depan karena kepentingan sesaat (instant)”, ungkap dengan tegas Pendiri Kerukunan Masyarakat Batak (KERABAT).
Drs. Beatus Sinaga menambahkan masyarakat samosir seharusnya diberikan Pelatihan dan jangan diberikan uang.
“Seharusnya seperti yg kata-kata orang bijak: berikanlah pancing, jangan Ikan. Atau mintalah pancing, jangan Ikan. Sudah rusakkah mental dan moral masyarakat selama ini?, ungkapnya dengan sedih hati.