
(Jakarta)Dalam Sinergisitas Pemberantasan Narkoba, Korupsi dan Terorisme untuk Pembangunan Sumber Daya Manusia dilakukan demi menguatkan sendi negara ini dari degradasi moral utamanya kepada generasi muda Indonesia.
Melalui upaya bersama ini potensi ancaman di tiga kejahatan ini akan tereliminasi dengan baik. Kolaborasi ini juga dengan masyarakat luas, menjadi bagian penting agar kita bergandeng tangan dalam menghadapi musuh negara. Nantinya kolaborasi ketiga lembaga akan fokus pada upaya pencegahan.
Kelompok radikal sangat sadar dengan media sosial, mereka pun jadi sistematis karena didukung sumber pendanaan besar, sehingga dengan uang itu mereka melakukan radikalisasi dan aksi terorisme.
Kini tidak ada masyarakat yang imun dari radikalisme dan terorisme. Paham tersebut masuk ke tiap sendi negara ini, termasuk di lembaga negara, lembaga pendidikan, bahkan organisasi keagamaan.Perlu ada penguatan nilai kebangsaan yang didukung oleh pemerintah dan masyarakat agar tercipta daya tangkal terhadap radikalisme dan terorisme.
Terorisme dan korupsi juga terkait satu dengan yang lain. Berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat, praktik korupsi pun dapat menjadi pemicu radikalisme dan terorisme.
Dalam hal ini, Ketua umum Pengurus Besar Ikatan Pergerakan Maluku (PB PPM) Usra Waiulung, SH menyoroti terkait maraknya peredaran dan jaringan Terorisme yang berkembang di Negara Indonesia dan dapat menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia, ujar Ucha Ketua PB PPM saat mengadakan kegiatan Seminar berjudul “Mewaspadai Ancaman Narco Terorisme” di Hotel Sofyan Jakarta Pusat pada Senin (21/3/ 22).Ucha menegaskan.
BNN harus berperan Aktif memberantas jaringan narkoba di wilayah Kesatuan Indonesia. Kami harapkan BNN Turun ke wilayah yang rentan peredaran narkoba, jangan hanya membuat kegiatan seminar di hotel hotel atau gencar di Media Sosial, APBN yang diserap harus dibarengi dengan kinerja”. Tegas Ucha.
Memberikan Aspresiasi untuk Jajaran Kepolisian terkhusus densus 88 dan Kapolri yang telah mempersempit jaringan terorisme di indonesia. Jaringan terorisme di Indonesia saat ini sudah masuk disemua lini organisasi untuk itu memberikan semangat kepada Jajaran Kepolisian untuk memberantas jaringan Terorisme di Indonesia.
Kami berterimakasih kepada Kapolri dan Densus 88 yang telah gencar memberantas jaringan Terorisme di Indonesia, saya menduga Jaringan Terorisme sudah masuk di semua organisasi, untuk itu kami PB -PPM memberikan Support kepada Kepolisian dalam memberantas Jaringan Terorisme”,Pungkasnya.
Dalam kegiatan Seminar tersebut, Hadir Nasir Abas selaku Konsultan Senior Lembaga Penelitian DASPR, Sekretaris DPP IMM Akmal Aceh, Mahasiswa Dektoral Mustafa Internasional University Teheran Iran Syahrul Ramadhan.